Yearly Archives:2017

Byuseradmin

Tinggi, Kerawanan Pilkada Tabalong

Tingkat kerawanan pemilihan kepala daerah (pilkada) kabupaten Tabalong tenyata paling tinggi dibandingkan dengan empat kabupaten lainnya yang juga menggelar pilkada tahun 2018 nanti.

Fahmi Failasopa, Panwas Kabupaten Tabalong mengatakan tingginya tingkat kerawanan pilkada Tabalong dirilies oleh Bawaslu Propinsi Kalimantan selatan beberapa  waktu lalu “dan Tabalong menempati peringkat pertama yang rawan”jelasnya.

Beberapa indikator yang dijadikan penilaian tingkat kerawanan oleh Bawaslu melalui kuisioner yang  diisi seperti dilihat dari sisi penyelenggara dan partisipasi pemilih.

“dari sisi penyelenggara kita tahu penyelenggara di panwas dulu pernah ada ayng harus mendekamdibalik jeruji besi karena tersandung kasus hukum”ujar Fahmi.

Sisi partisipasi pemilih yang tinggi di Tabalong menurut Fahmi menjadi indikator lainnya mengapa Tabalong duduk diperingkat pertama kerawanan pilkada.

“satu lagi yang dijadikan indikator adalah adanya hubungan yang erat sebelumnya antara calon yang akan maju dalam pilkada nanti”imbuhnya.

Tingginya tingakt kerawanan pilkada Tabalong menurut Fahmi lagi menjadikan pihaknya lebih waspada lagi” kita mengkomunikasikan kepanwas yang ada di bawah agar melakukan pengawasan melekat.(kts/boel)

Byuseradmin

Polres Tabalong Raih Penghargaan Dari Polri

Kepolisian Resort Tabalong menerima penghargaan dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia sebagai Polres terbaik Bidang Pelayanan SKCK di Lingkungan Polri tahun 2017 dalam Penilaian yang dilakukan Ombudsman RI.

Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kapolri Jenderal ( Pol) Tito Karnavian kepada Kapolres Tabalong AKBP Hardiono, pada Rabu (13/12/2017) bertempat di Auditorium Mutiara STIK Jalan Tirtayasa Raya 6 Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Kapolres Tabalong AKBP Hardiono mengucapkan, Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT atas apa yang diraih Polres Tabalong ini.

Penghargaan terbaik dalam pelayanan publik, ini menurut Kapolres, tidak terlepas dari suksesnya kebersamaan rekan-rekan anggotanya dalam menciptakan pelayanan publik.
“Semoga dengan penghargaan ini dapat menjadikan motivasi kepada seluruh anggota Polres Tabalong agar terus meningkatkan kinerja dan pelayanan yang maksimal dan professional bagi masyarakat,” pungkasnya. (Metro7/Reza)

Byuseradmin

Tabalong Peringkat Dua Angka Pernikahan Dini

Kasus pernikahan dini di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan hingga kini masih tinggi bahkan menempati peringkat kedua setelah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Bupati Tabalong Anang Syakhfiani di Tanjung, Jumat mengatakan kondisi ini harus segera ditindaklanjuti dan perlu peran serta semua pihak agar angka pernikahan dini di “Bumi Saraba Kawa” ini bisa dikendalikan.”Tingginya angka pernikahan dini selain dipengaruhi kondisi ekonomi juga dipicu masih banyaknya pasangan suami istri yang memiliki anak lebih dari dua,” jelas Anang.

Karena itu program Keluarga Berencana pun harus terus digiatkan untuk meningkatkan angka kepesertaan program kependudukan ini mengingat masih banyak warga pedesaan yang belum menjadi peserta KB.

Salah satu upaya pemerintah mendekatkan pelayanan KB di wilayah pedesaan maupun dusun dilaksanakan pencanangan Kampung KB di tiap kecamatan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencanan Kabupaten Tabalong Hormansyah menyampaikan pencanangan Kampung KB sudah dilaksanakan di 12 kecamatan.

“Desa percontohan Kampung KB merupakan wilayah dengan jumlah kepesertaan KB yang rendah termasuk metode kontrasepsi jangka panjang juga kecil,” jelas Hormansyah.

Salah satunya Desa Nawin Kecamatan Haruai jumlah peserta KB tercatat 296 orang dengan jenis kontrasepsi terbanyak yakni suntik 183 orang, pil 97 orang dan implan 12 orang.

Sebelumnya pencanangan Kampung KB juga dilaksanakan di Desa Purui Kecamatan Jaro, Desa Burum Kecamatan Bintang Ara guna menguatkan upaya pengendalian penduduk, sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Termasuk di Desa Kasiau Raya Kecamatan Murung Pudak, Desa Walangkir Kecamatan Tanta dan Desa Banyu Tajun Kecamatan Tanjung serta Desa Purui Kecamatan Jaro, Desa Burum Kecamatan Bintang Ara, dan Desa Murung Karangan Kecamatan Kelua.

Byuseradmin

Polres Tabalong Ringkus Empat Pengedar Narkoba

Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Tabalong, Kalimantan Selatan meringkus empat pengedar obat terlarang jenis sabu-sabu dengan total barang bukti 31,38 gram.

Wakapolres Tabalong Kompol Wildan Alberd di Tanjung, Jumat menyampaikan dari empat pengedar narkoba yang berhasil ditangkap satu di antaranya ibu rumah tangga Sar (35) yang dikenal sebagai bandar obat terlarang ini.

“Selain seorang ibu rumah tangga, salah satu pengedar yang kami tangkap yakni Sup (41) merupakan aparat desa di Kecamatan Petangkep Tutui Kabupaten Barito Timur (Kalimantan Tengah),” jelas Wildan didampingi Kasat Resnarkoba Iptu Minggu Tampubolon.

Penangkapan dua tersangka B (40) warga Desa Kasiau Kecamatan Murung Pudak serta Sup (41) di sebuah warung dan polisi berhasil menemukan barang bukti berupa 11 paket sabu – sabu seberat 3,23 gram dan pipet.

Dari hasil pengembangan akhirnya satuan reserse narkoba mengamankan R (33) warga Desa Tantaringin Kecamatan Muara Harus dengan barang bukti 8,16 gram sabu – sabu.

Selanjutnya dari pengakuan tersangka R barang bukti yang diamankan petugas berasal dari Sar (35) yang juga warga Desa Tantaringin dan dari rumah tersangka ditemukan 19,99 gram sabu – sabu yang disimpan di dalam bantal.

“Dari sejumlah barang bukti yang berhasil kami amankan memang dibeli dari tersangka Sar yang merupakan seorang bandar narkoba,” jelas Iptu Minggu.


Byuseradmin

Pengelolaan Aset Harus Sesuai Regulasi

Sebagai upaya untuk memberikan pemahaman terkait regulasi tentang pengelolaan Barang Milik Daerah dan Mekanisme Hibah atau Bansos Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Kabupaten Tabalong mengelar bimbingan teknis (Bimtek) di Gedung Pendopo Bersinar, Rabu (6/12).

Bimtek yang diikuti oleh para peserta perwakilan dari SKPD lingkup Pemkab Tabalong ini, juga bertujuan bisa diaplikasikan dalam penyusunan anggaran dan pelaksanaan kegiatan pada masing masing masing SKPD.

“Dalam pengelolaan barang milik daerah sangat penting diketahui regulasinya sehingga dalam pelaksanaan tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari, inilah yang melatar belakangi Bimtek ini digelar,” ujar Kabid Pengelolaan Aset Daerah, Husin Ansari.

Pengelolaan barang milik daerah (BMD), menurut dia, tidak lepas dari peran serta semua steakholder terutama Kepala SKPD selaku Pengguna Barang dan Pengurus Barang.

“Selama ini masih banyak SKPD yang tidak menjalankan mekanisme hibah atau bansos karena minimnya informasi atau sosialisasi terkait regulasi, maka kita gelar Bimtek ini sebagai satu solusi terhadap permasalahan tersebut,”pungkasnya. (Mc Tabalong/Erwin)