Monthly Archives:Juni 2018

Byuseradmin

Zony Alfianoor Resmi Cabut SK Mutasi 34 Pejabat Struktural

Terhitung sejak tanggal 8 Juni 2018, Pelaksana Tugas Bupati Tabalong, Zony Alfianoor secara resmi mencabut Surat Keputusan Pelantikan 34 pejabat struktural yang telah dilakukan pada akhir bulan mei lalu, hal ini berdasarkan dari berbagai pertimbangan seperti peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal tersebut disampaikannya ketika melakukan jumpa pers di Kediaman Dinas Plt. Bupati Tabalong, Selasa (12/6).

“berkenaan dengan mutasi tanggal 31 Mei 2018, dengan berbagai pertimbangan dari berbagai aspek, termasuk juga kondisi sosial masyarakat dan situasi tabalong maka kami bersama ketua BKPP Kabupaten Tabalong sepakat mencabut SK itu” jelas Zony.

Kemudian, Zony juga menjelaskan bahwa 34 pejabat struktural tersebut akan dikembalikan kepada jabatan yang dipegang sebelumnya.

Dan nantinya 34 pejabat tersebut akan mendapatkan petikan SK terkait pencabutan SK mutasi tersebut.

Sementara itu, Wartoyo, Ketua BKPP Kabupaten Tabalong yang turut mendampingi pada jumpa pers tersebut mengatakan bahwa SK Pelantikan untuk empat orang pejabat fungsional akan tetap berlaku dan dimana nantinya untuk posisi yang ditinggalkan akan diisi oleh pelaksana tugas yang saat ini tengah didiskusikan dengan Plt Bupati Tabalong.

Dan disampingi itu, Wartoyo menjelaskan langkah pencabutan SK Mutasi ini telah dilakukan sebelum mendapatkan surat perintah dari Menteri Dalam Negeri.

“jadi kami dari BKPP sangat mengapresiasi dengan kebijakan yang dilakukan oleh beliau” kata Wartoyo.

Hal ini pun menjadi tindakan tegas dari Plt. Bupati Tabalong yang mewakili dari Pemkab Tabalong  dalam menanggapi masalah tersebut. Pasalnya, Zony menilai dalam SK tersebut tertulis bahwa jika terjadi kekeliruan maka akan diperbaiki dikemudian hari.

“maka dari itu kami akan terus mengikuti perundangan-undangan yang berlaku” pungkasnya. (: Sumber MC Tabalong/Gilang)

Byuseradmin

Polres Tabalong tangkap pekerja PLTU miliki sabu-sabu

Satuan Narkoba Polres Tabalong, Kalsel menangkap seorang pekerja pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang kedapatan memiliki tiga paket sabu-sabu.

“Pelaku kami tangkap berdasarkan informasi masyarakat yang ditindak lanjuti dengan penyelidikan di lapangan,” kata Kapolres Tabalong AKBP Hardiono melalui Kasubbaghumas Iptu H Ibnu Subroto di Tanjung, Minggu.

Dia mengatakan, penangkapan teehadap pelaku dilakukan pada Pada hari Rabu (6/6) sekitar pukul 13.15 WITA.

Pelaku ditangkap saat berada di Jalan Raya Jalan Trans Kalsel-Kaltim di Desa Kasiau..

Kasubbag juga mengatakan, awal penangkapan berawal ketika anggota Satresnarkoba mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya penyalahgunaan narkotika didaerah Kecamatan Kasiau/PLTU.

Kemudian menurut informasi biasanya pelaku transaksi pada saat jam istirahat bekerja, lalu anggota Satresnarkoba yang dipimpin Iptu Endris Ary D melakukan penyelidikan di daerah tersebut.

Setelah melakukan pengintaian kemudian anggota melihat pelaku keluar dari tempat kerjanya di PLTU dan anggota langsung mengikuti pelaku sampai di tempat yang sepi dilakukan penangkapan oleh anggota, saat ditangkap terlihat pelaku membuang kotak rokok setelah diperiksa di dalamnya berisi diduga narkotika golongan I jenis sabu-sabu seberat 0,24 gram.

Polisi lalu melakukan penggeledahan di rumah pelaku dan ditemukan di dalam kamar satu kotak rokok yang berisi dua paket yang diduga narkotika golongan I jenis sabu-sabu masing masing seberat 0,35 gram dan 0,26 gram, satu unit timbangan, satu bilah pipet plastik warna putih dan satu bungkus plastik klip.

“Atas temuan barang bukti itu saat ini pelaku dibawa ke Satnarkoba Polres Tabalong guna kami lakukan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” ucapnya kepada Kantor Barita Antara.

Ibnu juga mengatakan, atas perbuatan pelaku, polisi menjeratnya dengan UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotikan pasal 112 jo 114 dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi yang namanya Narkoba jangan pernah terlibat di dalamnya apabila tidak mengikuti imbauan ini jangan salah kami kalau nanti diberika tindakan tegas dan terukur,” tutur pria yang akrab dengan awak media itu. ( Sumber Antara News )

Byuseradmin

Sosialisasi Raperda retribusi menara telekomunikasi

Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan menyosialisasikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi kepada para provider di wilayah itu.

Pelaksana Tugas Bupati Tabalong Zony Alfianoor di Tanjung, Kamis, mengatakan para perusahaan penyedia layanan internet atau provider perlu bersinergi dengan pemerintah daerah menyusul makin berkembangnya teknologi komunikasi.

“Keberadaan teknologi komunikasi sangat menunjang terbentuknya `smart city` di Kabupaten Tabalong,” kata dia saat membuka acara tersebut.

Ia mengatakan sosialisasi raperda itu menjadi salah satu upaya pemerintah daerah setempat dalam melakukan sinergi dengan pihak provider.

Ketua panitia pelaksana kegiatan itu, Ilhami Noor, mengatakan sosialisasi tersebut untuk menyampaikan informasi yang lebih detail terkait dengan hak dan kewajiban pelaksana dan subjek retribusi.

“Ada 10 provider yang kita libatkan dalam sosialisasi ini agar mengetahui hak dan kewajibannya sebagai subjek retribusi,” kata dia.

Perwakilan PT Indosat Tbk Frida mengatakan konsep kota cerdas dirancang guna membantu kegiatan masyarakat, termasuk pemerintah daerah, dalam kemudahan mengakses berbagai informasi.

“Untuk mengembangkan konsep `smart city` pemerintah daerah harus menyiapkan infrastruktur teknologi informasi,” kata dia.

Sosialisasi juga menghadirkan narasumber, Kepala Seksi Pengembangan dan Pengelolaan Data dan Aplikasi Diskominfo Edy Suriyani. Pada kesempatan itu, ia menyampaikan tentang draf Perda Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi. (Sumber Antara News )