Monthly Archives:Agustus 2018

Byuseradmin

Berdayakan masyarakat dalam penanganan Karhutla

Keterlibatan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan diyakini cukup efektif mengingat terbatasnya sarana dan petugas di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Salah satu bentuk keterlibatan warga di wilayah ini berupa kelompok Masyarakat Peduli Api dan unit reaksi cepat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah desa.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Kabupaten Tabalong Heriyadi menyampaikan dengan terbentuknya Masyarakat Peduli Api ini penanganan karhutla bisa lebih cepat agar tidak meluas dan ini satu bentuk partisipasi masyarakat.

Termasuk bentuk nyata keterlibatan masyarakat terhadap penanggulangan Karhutla  oleh tim Unit Reaksi Cepat Karhutla di tiap kecamatan oleh masing-masing Polsek.

Mengingat wilayah kerja KPH Kabupaten Tabalong  yang luas yakni sekitar 234.753 hektare mencakup
117.357 hektare pada Sub DAS Tabalong Kiwa dan  117.396 hektare pada Sub DAS Tabalong Kanan.

Sehingga keterlibatan masyarakat sangat diperlukan dan  dari 52 KPH di Indonesia KPH  Kabupaten Tabalong pun menjadi prioritas dalam penanganan karhutla.

Menurut Kepala Seksi Perlindungan Hutan  Zainal Abidin mengatakan saat ini ada enam kelompok Masyarakat Peduli Api yang jadi binaan KPH setempat.

Masing –  masing MPA  Desa Kinarum, Desa Santuun, Desa Nawin, Desa Saradang, Desa Bumi Makmur dan Desa  Burum.

“Rencananya kita bekerjasama dengan PT Adaro Indonesia untuk pembinaan tiga kelompok masyarakat peduli api,” jelas Zainal.

Zainal mengakui sarana dan peralatan penanganan karhutla yang dimiliki masing – masing kelompok masih sederhana seperti kepyok dan pompa punggung.

Selain memberdayakan kelompok masyarakat peduli api untuk upaya pencegahan karhutla KPH Tabalong juga memasang baleho dan spanduk karhutla di sekitar kawasan hutan dan obyek  wisata Desa Kinarum,  Gunung Karamo Desa Teratau dan obyek wisata air terjun Desa  Lano.

Sementara itu data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tabalong sejak Januari hingga Juli 2018 tercatat 10 kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Diantaranya di Kecamatan Upau, Tanta, Murung Pudak, Haruai dan Tanjung berupa kebakaran lahan dan semak belukar yang disebabkan pembukaan lahan pertanian.

Badan Penanggulangan  Bencana Daerah   Kabupaten Tabalong pun telah membentuk posko terpadu karhutla di kawasan terminal Mabuun Kecamatan Murung Pudak sejak 1 Agustus 2018.

Termasuk posko penanganan karhutla di wilayah Utara dan Selatan Kabupaten Tabalong dengan melibatkan jajaran TNI/Polri, KPH dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Kepala BPBD Kabupaten Tabalong Alfian mengatakan telah membentuk program “Katuju Cangkal Balangkar” sebagai komitmen daerah  mengoptimalkan program pencegahan dan penanggulangan kebakaran di wilayah ini.

Program `Katuju Cangkal Balangkar` merupakan kependekan dari Kesatuan Aksi Terpadu Jalankan Usaha Cegah, Tanggap dan Tangkal dalam Penanggulangan Kebakaran di Tabalong.

Sebagai aksi terpadu jalankan usaha cegah, tanggap dan tangkal dalam penanggulangan kebakaran di `Bumi Saraba Kawa` ini.

Program ini ditetapkan dalam Keputusan Bupati Tabalong Nomor 188.45/157/2015 mencakup tiga bidang yakni Cepat, Tanggap dan Tangkal serta 17 program kegiatan pokok.

Kegiatan pokok dalam program Katuju Cangkal Balangkar di antaranya penyusunan peraturan daerah dan peraturan bupati tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran serta pembagian wilayah manajemen kebakaran atau zonase.

“Di Tabalong wilayah manajemen kebakaran akan dibagi menjadi enam zonase dan dibentuk pos Barisan Pemadam Kebakaran swadaya baru,” jelas Alfian.

Pembagian enam zonase masing-masing zona 1 mencakup Kecamatan Jaro dan Muara Uya, Zona 2 Kecamatan Haruai dan Bintang Ara.

Zona 3 meliputi Kecamatan Upau dan Murung Pudak sedangkan Tanjung dan Tanta masuk dalam zona 4.

Selanjutnya Kecamatan Muara Harus dan Kelua masuk Zona 5 dan Kecamatan Banua Lawas serta Pugaan masuk dalam zona 6.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tabalong Abdul Muthalib Sangadji mengatakan dengan pembagian zonase kegiatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran oleh BPK pelaksana bisa lebih optimal.

“Kita berharap upaya pencegahan dan penanganan kebakaran bisa lebih optimal salah satunya dengan penerapan sistem zonase,” jelas Sangadji.

Jumlah sarana atau armada yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tabalong untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan diantaranya dua unit mobil jenis Komodo, dua unit mobil tangki kapasitas 5.000 liter dan  mobil rescue.

Byuseradmin

560 Murid diberikan Imunisasi Campak dan Rubella

Mulai hari ini, Rabu (1/8), Pemerintah kabupaten Tabalong secara serentak menggelar imunisasi campak dan rubella atau Measles-Rubella (MR) untuk bayi usia sembilan bulan hingga anak usia 15 tahun di seluruh indonesia terkecuali pulau jawa karena sudah melaksanakan kegiatan imunisasi tersebut pada tahun 2017.

Tak ketinggalan, Kabupaten Tabalong pun turut serta ikut mengampanyekan Imunisasi MR tersebut dengan menyambangi berbagai sekolah dasar, seperti SDN 1,2 Belimbing Raya dengan 560 murid.

Kepala sekolah SDN Belimbing Raya 1.2 , Hj. Syamsiah saat ditemui diruangnnya menyambut gembira  dengan adanya kegiatan pemberian imunisasi ini. Dalam menghadapi kegiatan imunisasi ini, pihak sekolah telah memberikan sosialisasi kepada guru, anak murid, yang seterusnya dilanjutkan dengan pemberian formulir persetujuan kepada orang tua murid agar anak tersebut bisa diberikan imunisasi.

“Jadi kalau sudah ada persetujuan dari orang tua murid , formulir  tersebut di isi dan di data terus diserahkan kepada petugas kesehatan yang menyatakan bahwa anak tersebut siap diberikan imunisasi.”jelasnya.

Senada dengan hal itu, Dessy Ante selaku Koordinator Imunisasi Puskesmas Murung Pudak  saat kegiatan berlangsung mengatakan untuk jumlah anak yang mau diberikan imunisasi ini rata rata hanya bisa 98 persen.

“Jadi target awal kami sebenarnya kalau bisa 100 persen anak di SDN belimbing 1.2 ini bisa mendapatkan imunisasi , melihat kenyataan dilapangan ada beberapa anak yang tidak bisa lantaran karena kesehatan dan berkebutuhan khusus ,yang akhirnya tidak memungkinkan untuk diberikan imunisasi MR ini.” Katanya.

Diinformasikannya bagi anak yang belum mendapatkan imunisasi karena sakit dan lainnya, setelah sehat  dianjurkan mendatangi puskesmas terdekat  supaya jangan sampai ada anak yang tidak mendapatkan imunisasi tersebut , mengingat penularan penyakit campak rubella rentan penularannya melalui pernapasan dan udara.

Untuk jumlah sekolah yang akan dikunjungi dalam pemberian imunisasi MR kali ini terdiri dari 16 SD, 4 Paud, 6 TK,dan 4 SMP. Sedangkan jumlah tenaga kesahatan yang turun sebanyak 23 orang.  (MC Tabalong/Said).

Byuseradmin

Perpustakaan SMKN 1 Tanjung Wakili Kalsel

Perpustakaan SMKN 1 Tanjung kembali mewakili Kalimantan Selatan dalam Lomba Perpustakaan Tingkat SMA sederajat tingkat nasional tahun 2018 ini. Penilaian lomba ini sudah berlangsung beberapa hari lalu, khusus penilaian langsung perpustakaan tersebut oleh tim penilai dilaksanakan, Rabu (1/8) kemarin.

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani yang menyambut kedatangan tim penilai di SMKN 1 Tanjung, mengatakan, perpustakaan sekolah tersebut memang bagus dan menjadi penopang keberhasilan berbagai bidang di sekolah. Salah satunya banyaknya siswa mereka diterima bekerja di dunia usaha.

Meski sekolah itu dibawah Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, dia menegaskan, akan terus memberikan perhatiannya. “Jumlah siswanya sebanyak 2.000 orang dan yang paling membanggakan saya kegiatan ektrakulikuler sekolah ini berkembang baik. Dan tidak semua sekolah di Kabupaten Tabalong seperti SMKN ini,” tegasnya.

Salah seorang tim penilai, Sudirwan Hamid mengatakan, ada sembilan penilaian yang diperlombakan, diantaranya mulai organisasi, sumber daya manusia, koleksi buku, layanan, anggaran, sampai inovasi. “Selain itu kepedulian dari kepala daerah yang diharapkan gubernur, walikota dan bupati,” katanya.

Dari hasil peninjauan mereka, kelebihan perpustakaan SMKN 1 Tanjung adalah memiliki gedung sendiri. Namun kelemahannya adalah koleksinya yang harus ditambah, tidak sekadar buku paket sekolah, tidak menunjang buku umum.

Semua penilaian tersebut akhirnya akan diputuskan pada 4 September 2018. Sebanyak 15 peserta lomba sebagai perwakilan provinsi masing-masing dipanggil ke Jakarta.

Kepala SMKN 1 Tanjung, Lis Sulastrini membenarkan akan kekurangan tersebut dan akan dilengkapi. Meski demikian, dia menyatakan optimis mendapat peringkat unggul di lomba tersebut. Pasalnya, tahun sebelumnya sekolahnya juga sudah menjadi wakil Kalsel di lomba yang sama.

Selama ini, sekolah favorit di Bumi Saraba Kawa sangat antusias dalam pengembangan perpustakaan. Siswa mereka didik dengan mewajibkan mereka membawa buku dan membacanya seusai menunaikan salah duha berjemaah.

“Untuk Pemkab Tabalong selalu mendukung kami, walaupun sekolah kami dibawah Dinas Pendidikan Kalsel,” cetusnya. (ibn)