Monthly Archive Februari 2019

Byuseradmin

Petani gagal tanam dapat bantuan benih

Pemerintah Kabupaten Tabalong terus memantapkan hasil pertanian dengan peningkatan infrastruktur pendukung seperti saluran air atau embung di sejumlah desa agar bisa tanam dua kali setahun.

Termasuk optimalisasi lahan lebak yang tersebar di wilayah Selatan juga menjadi perhatian Pemkab Tabalong dalam peningkatan produksi padi.

“Khusus lahan lebak kita menyiapkan bantuan benih gratis bila terjadi gagal tanam,” jelas Bupati Tabalong Anang Syakhfiani.

Anang mengakui pemanfaatan lahan lebak sebagai areal pertanian terkendala tingginya debit air pada musim hujan di wilayah tersebut.

Tercatat ada sekitar 5.000 hektare lahan lebak di wilayah Selatan masing – masing di Kecamatan Muara Harus 148 hektare, Kelua 995 hektare, Banua Lawas 3,399 hektare dan Pugaan 1.046 hektare.

“Rencananya bantuan saluran pengairan dari pusat akan dilaksanakan di wilayah Selatan agar bisa mengoptimalkan lahan lebak,” jelas Anang.

Selanjutnya di wilayah Utara seperti Desa Nawin Kecamatan Haruai juga dilakukan pembangunan embung untuk antisipasi kekeringan di musim kemarau.

Menurut Kepala Desa Nawin Marhani kurangnya pasokan air selama kemarau jadi kendala menerapkan pola tanam dua kali dalam setahun.

“Embung ini jadi solusi petani dalam mendapatkan pasokan air selama kemarau,” jelas Marhani.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang setempat Noor Rifani mengatakan pembuatan embung ini menelan dana sekitar Rp286 Juta dari APBD 2018.

“Embung ini mampu mengairi lahan pertanian sekitar 90 hektare dengan kapasitas air 8 000 meter kubik,” jelas Rifani. ( Sumber Antara News )

Byuseradmin

PDAM : Cakupan Layanan Air Besih Hanya 57 Persen

Direktur PDAM Tabalong Abdul Bahid menyampaikan saat ini cakupan layanan air bersih hanya sekitar 57 persen mengingat kapasitas produksi serta jaringan distribusi terbatas.

“Peningkatan layanan jadi prioritas kami meski tarif air bersih yang berlaku masih di bawah standar,” jelas Bahid.

Dikatakannya, Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tabalong terus berupaya meningkatan pelayanan air bersih bagi masyarakat dengan menambah jaringan distribusi dan sarana penunjang lainnya.

Tarif air bersih Rp3.000 per kubik ungkap Bahid dengan itu perusahaan juga belum meraup keuntungan mengingat tingginya biaya operasional produksi dibanding pendapatan perusahaan.

Dengan status sebagai perusahaan daerah memang cukup sulit untuk menaikkan tarif hingga Rp6.000 per kubik sedangkan sejak 2015 PDAM tak lagi mendapatkan dana penyertaan modal.

Sementara itu Kepala Bagian Teknik Slamet Budi Santosa mengatakan meski tiap kecamatan sudah dilengkapi instalasi pengolahan air atau WTP namun belum bisa menambah jumlah pelanggan secara optimal.

“Untuk meningkatkan layanan kita perlu menambah kapasitas produksi termasuk mengganti pompa yang sudah tua,” jelas Slamet.

Salah satunya di instalasi pengolahan air atau WTP Belimbing yang kapasitanya saat ini 140 kubik per detik rencananya ditambah menjadi 240 kubik per detik agar bisa melayani pelanggan baru. ( Sumber Antara News )