Perpustakaan SMKN 1 Tanjung Wakili Kalsel

Byuseradmin

Perpustakaan SMKN 1 Tanjung Wakili Kalsel

Perpustakaan SMKN 1 Tanjung kembali mewakili Kalimantan Selatan dalam Lomba Perpustakaan Tingkat SMA sederajat tingkat nasional tahun 2018 ini. Penilaian lomba ini sudah berlangsung beberapa hari lalu, khusus penilaian langsung perpustakaan tersebut oleh tim penilai dilaksanakan, Rabu (1/8) kemarin.

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani yang menyambut kedatangan tim penilai di SMKN 1 Tanjung, mengatakan, perpustakaan sekolah tersebut memang bagus dan menjadi penopang keberhasilan berbagai bidang di sekolah. Salah satunya banyaknya siswa mereka diterima bekerja di dunia usaha.

Meski sekolah itu dibawah Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, dia menegaskan, akan terus memberikan perhatiannya. “Jumlah siswanya sebanyak 2.000 orang dan yang paling membanggakan saya kegiatan ektrakulikuler sekolah ini berkembang baik. Dan tidak semua sekolah di Kabupaten Tabalong seperti SMKN ini,” tegasnya.

Salah seorang tim penilai, Sudirwan Hamid mengatakan, ada sembilan penilaian yang diperlombakan, diantaranya mulai organisasi, sumber daya manusia, koleksi buku, layanan, anggaran, sampai inovasi. “Selain itu kepedulian dari kepala daerah yang diharapkan gubernur, walikota dan bupati,” katanya.

Dari hasil peninjauan mereka, kelebihan perpustakaan SMKN 1 Tanjung adalah memiliki gedung sendiri. Namun kelemahannya adalah koleksinya yang harus ditambah, tidak sekadar buku paket sekolah, tidak menunjang buku umum.

Semua penilaian tersebut akhirnya akan diputuskan pada 4 September 2018. Sebanyak 15 peserta lomba sebagai perwakilan provinsi masing-masing dipanggil ke Jakarta.

Kepala SMKN 1 Tanjung, Lis Sulastrini membenarkan akan kekurangan tersebut dan akan dilengkapi. Meski demikian, dia menyatakan optimis mendapat peringkat unggul di lomba tersebut. Pasalnya, tahun sebelumnya sekolahnya juga sudah menjadi wakil Kalsel di lomba yang sama.

Selama ini, sekolah favorit di Bumi Saraba Kawa sangat antusias dalam pengembangan perpustakaan. Siswa mereka didik dengan mewajibkan mereka membawa buku dan membacanya seusai menunaikan salah duha berjemaah.

“Untuk Pemkab Tabalong selalu mendukung kami, walaupun sekolah kami dibawah Dinas Pendidikan Kalsel,” cetusnya. (ibn)

About the Author

useradmin administrator

Leave a Reply