Muara Uya Panen Jagung Hibrida

Byuseradmin

Muara Uya Panen Jagung Hibrida

Perumda Tabalong Jaya Persada  sukses melakukan kegiatan usaha bisnis bidang pertanian  pengembangan tanaman jagung yang berlokasi di Desa Simpung Layung Kecamatan Muara Uya, dengan luasan lahan sekitar 4 hektar.

Hal itupun ditandai Bupati H Anang Syakhfiani bersama Dandim 1008/Tanjung Letkol Arm.Edy Susanto, Kepala Dinas Pertanian Johan Noor Effendi bersama-sama dengan beberapa Kepala SKPD dan Gabungan Kelompok Tani Brigade Tani Banua (Britaba) melakukan panen perdana jagung hibrida.

Pada kesempatan itu Bupati Anang mengatakan dengan hasil panen yang mencapai sekitar 28 ton ini, tanaman jagung hibrida tentu cukup menjanjikan dalam perekonomian usaha tani di Kabupaten Tabalong.

Ia mengaku kegiatan panen perdana jagung hari itu merupakan pengalaman pertama panen jagung sebagai pakan ternak  yang tingkat kadar kekeringannya sudah 20 % dibanding jagung basah pada umumnya, selain itu dari harga kalau benar-benar kering harga per Kg nya bisa mencapai Rp.3.000.

“Jadi tanaman jagung seperti ini sangat menjanjikan dalam peningkatan perekonomian rakyat, khususnya para petani kita,” katanya.

Sekarang ini di Indonesia lanjutnya masih mengimport jagung hampir 30 % dari luar negeri, untuk itu dia berencana mengupayakan peningkatan agar  para petani bisa melakukan tanam tumpang sari  pada satu lahan, misalnya tanaman jagung juga ditanami dengan tanaman yang lainnya seperti tanaman nilam bahan baku pembuatan minyak wangi seperti yang dimiliki Kabupaten Opasaman di Sumatera Barat.

Sementara itu Ketua Brigade Tani Banua ( Britaba) Yuni Khairurazikin menjelaskan, hasil panen jagung sebagai pakan ternak ini hanya memerlukan waktu 5 sampai 6 bulan  untuk dapat dipanen.

Awal penanaman disebutnya memerlukan waktu sekitar 2 minggu dan bisa selesai dalam lahan seluas 4 hektar, kemudian dari menanam 3 bulan  buah jagungnya sudah  mulai tua.

Yuni menambahkan, kendalanya sendiri  seperti adanya rasa khawatir dari masyarakat akan pemasaran dan juga adanya hama tanaman jagung.

“Untuk mengatasi dan mencegah hal ini kami berupaya dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat secara langsung, misalnya dengan pemasaran kita sudah mengkonfirmasi kepada pihak pabrikan yang ada di Pelai hari dan mereka sudah siap untuk menerimanya,” katanya.

“Sedang kendala persoalan hama tanaman jagung sendiri kita tindak lanjuti dengan mengerahkan para petani secara bergantian untuk memantau langsung tanaman jagung, terutama pada saat umur jagung masih muda,” imbuhnya. (metro7/via)

About the author

useradmin administrator

Leave a Reply