Monthly Archive Januari 2019

Byuseradmin

Perusahaan Harus Prioritaskan Naker Lokal

 

Tingginya angka pencari kerja di Kabupaten Tabalong yang mencapai 5.000 lebih menjadi perhatian anggota DPRD setempat mengingat adanya sejumlah perusahaan yang banyak merekrut naker luar ‘Bumi Saraba Kawa’ ini.

Ketua DPRD Kabupaten Tabalong Darwin Awi mengingatkan ratusan perusahaan yang beroperasi di wilayah ini bisa melakukan rekrutmen tenaga kerja secara terbuka.

“Prioritaskan naker lokal selain iu lakukan rekrutmen secara terbuka,” jelas Darwin saat memimpin rapat dengar pendapat bersama perwakilan perusahaan dan Dinas Tenaga Kerja.

Dalam rapat dengar pendapat membahas soal ketenagakerjaan ini sejumlah anggota dewan menyoroti banyaknya tenaga kerja baru yang justru dari luar Tabalong dsn masih berstatus pelajar.

“Siswa belum lulus dari luar Tabalong sudah dapat tawaran kerja sementara ada ribuan pencari kerja di Tabalong,” tegas anggota Komisi III Jurni.

Hal senada juga dilontarkan Sumiati, Mursalin dan Nabahan Fiji yang mengharapkan itikad baik perusahaan untuk bisa mempekerjakan naker lokal.

Dengan mengayomi tenaga kerja lokal setidaknya perusahaan mendukung upaya menciptakan situasi kondusif di daerah mengingat persoalan pengangguran bisa picu masalah sosial lainnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong Syaiful Ikhwan mengatakan saat ini tercata 5.200 pencari kerja dan lowongan kerja yang terdaftar hanya sekitar 300.

“Kita terus mengupayakan peningkatan pelatihan kerja agar warga lokal bisa punya keterampilan serta siap bekerja,” jelas Syaiful.

Sementara itu perwakilan PT Adaro Indonesia Sherly mengatakan pihaknya akan menyampaikan berbagai masukan dari wakil rakyat ini ke pihak manajemen.

Selanjutnya dewan setempat berencana akan mengundang para pimpinan perusahaan selaku pengambil kebijakan untuk membahas persoalan ketenagakerjaan ini.

Byuseradmin

Total Alokasi Belanja Tabalong Capai Rp422,7 Miliar

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tanjung telah menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran 2019 ke tiga kabupaten yakni Balangan, Tabalong dan Hulu Sungai Utara.

Dari total alokasi belanja 2019 yang disalurkan KPPN Tanjung sebesar Rp1,27 triliun, Kabupaten Tabalong menerima Rp422,7 miliar.

“Total alokasi belanja yang kita salurkan meningkat 4 persen dibanding 2018 sebesar Rp1,23 triliun,” jelas Kepala KPPN Tanjung Bayu Setiawan Yunianto.

Untuk Kabupaten Tabalong dari total alokasi belanja Rp422,7 miliar masing – masing satuan kerja vertikal kementerian/lembaga Rp205,89 miliar, DAK fisik dan dana desa Rp276,5 miliar.

Bayu menyampaikan fungsi pendidikan, ketertiban dan keamanan mempunyai alokasi paling besar di tiga kabupaten wilayah kerja KPPN Tanjung.

Di Kabupaten Tabalong proporsi fungsi pendidikan Rp86,65 miliar atau 42 persen, fungsi ketertiban dan keamanan Rp67,19 miliar atau 33 persen dari total alokasi belanja instansi vertikal kementerian/lembaga.

Kabupaten Hulu Sungai Utara untuk fungsi pendidikan sebesat Rp139,7miliar atau 55 persen serta fungsu ketertiban dan keamanan Rp74,18 miliar atau 25 persen dari total alokasi belanja instansi vertikal.

Selanjutnya Kabupaten Balangan proporsi fungsi pendidikan sebesar Rp48,18 miliar atau 38 persen serta fungsi keamanan dan ketertiban Rp46,17 miliar atau 36 persen.

 

Byuseradmin

Tahun 2019, Tabalong Akan Jadi ODF Pertama Di Kalsel

Wujudkan Tabalong bebas buang air besar sembarangan Yayasan Adaro Bangun Negeri bersama pemerintah daerah deklarasikan desa Open Defecation Free (ODF), dimana deklarasi tersebut sebagai bentuk komitmen agar target 131 desa di Tabalong bebas babs Tahun 2019 mendatang.

Kali ini, 26 desa di Kabupaten Tabalong dinyatakan bebas buang air besar sembarangan hal itu ditandai dengan deklarasi desa ODF yang dilakukan YABN bersama pemerintah daerah Tabalong pada 28 oktober tadi, deklarasi tersebut menjadikan total 82 dari 131 desa telah bebas babs.

Direktur Yayasan Adaro Bangun Negeri, Okty Damayanti mengatakan 26 desa yang dideklarasi sudah sesuai target yang diinginkan pada tahun 2018  dan pihaknya akan terus berupaya merealisasi target seluruh desa di Tabalong dinyatakan bebas babs tahun 2019 mendatang.

“ Jadi kami yakin tahun depan target kami bersama itu adalah kabupaten Tabalong menjadi kabupaten ODF pertama se kalsel,dan ini merupakan target ambisius kami  dan meyakini bahwa target ini bisa tercapai di tahun 2019.”Kata Okty.

Dirinya berharap agar masyarakat Tabalong tidak berhenti mengubah perilaku untuk menjadi perilaku hidup bersih dan  sehat agar Kabupaten Tabalong kedepannya menjadi STBM bukan sekedar ODF,karena perjalanan masih panjang dan kebersamaan melalui gotong royong ,semangat dan komitmen itu akan bisa mencapai cita cita kita bersama.

Sementara itu, Bupati Tabalong, H. Anang Syakhfiani menuturkan desa yang telah dinyatakan ODF diharap dapat berkomitmen menjaga lingkungan dengan tidak kembali buang air besar sembarangan.

Dikatakannya, untuk menjadi Desa ODF ini tidak sembarangan karena harus melalui verifikasi yang sulit, “Oleh sebab itu kalau sudah dinyatakan berarti kita juga bisa mempertanggung jawabkan dan menjaga secara bersama sama.”Kata Bupati.

Kedepannya bupati mengharapkan dukungan dari pihak terkait agar menjadikan kegiatan ini sebuah gerakan  dan aktif secara bersama sama dalam upaya membebaskan warga desanya dari  perilaku BABS.

Terakhir, sebagai bentuk apresiasi, Bupati Tabalong beserta unsur pimpinan daerah serahkan langsung penghargaan bagi kader di desa-desa yang telah dinyatakan ODF. (MC Tabalong/Said)